Panduan mengenai Segregated Witness (SegWit) bagi Pemula

Bagikan
Copied to clipboard!
Panduan mengenai Segregated Witness (SegWit) bagi Pemula

Daftar isi


Apa yang dimaksud dengan Segwit?

Saksi Terpisah / Segregated Witness (SegWit) adalah peningkatan protokol yang dikembangkan pada tahun 2015. Konsep ini diperkenalkan sebagai solusi atas permasalahan skalabilitas yang dulu dan sekarang masih dihadapi oleh jaringan blockchain. 

Secara rata-rata, jaringan Bitcoin memvalidasi satu blok baru setiap 10 menit, setiap blok mengandung beberapa transaksi. Dengan demikian, ukuran blok berpengaruh terhadap jumlah transaksi yang dapat dikonfirmasi di setiap blok. Saat ini, blockchain Bitcoin mampu memproses kira0kira 7 transkasi per detik.

Ide utama SegWit adalah untuk mengatur ulang data blok dengan cara di mana tanda tangan tidak lagi ditempatkan bersamaan dengan data transaksi. Dengan kata lain, peningkatan SegWit memisahkan  saksi/witnesses  (tanda tangan) dari data transaksi. Ini memungkinkan lebih banyak transaksi  disimpan  di dalam satu blok, dan akan meningkatkan hasil transaksi dari jaringan.

Dengan hanya mampu memproses kira-kira 7 transaksi per detik, sebuah transaksi Bitcoin kadang-kadang memakan waktu yang lama. Ini sangat lambat jika dibandingkan dengan solusi pembayaran dan jaringan keuangan konvensional, yang dapat memproses ribuan transaksi per detik.

SegWit dikembangkan pada tahun 2015 oleh pengembang Bitcoin Pieter Wuille, bersamaan dengan kontributor Bitcoin Core lainnya. Pada Agustus 2017, peningkatan SegWit diimplementasikan sebagai soft fork pada jaringan Bitcoin.

Saat ini, ada beberapa proyek mata uang kripto yang menggunakan SegWit, meliputi Bitcoin dan Litecoin. Peningkatan protokol ini membawa beberapa manfaat, seperti kecepatan transaksi dan kapasitas blok yang lebih baik. Selain itu, SegWit memecahkan masalah yang dikenal dengan kelenturan transaksi (akan didiskusikan di bawah).


Apa manfaat utama SegWit?

Peningkatan kapasitas

Salah satu manfaat terbesar SegWit adalah peningkatan kapasitas blok. Dengan menghilangkan tanda tangan dari input transaksi, menyebabkan lebih banyak transaksi yang dapat disimpan dalam satu blok.

Transaksi-transaksi mengandung dua komponen: input dan output. Intinya, input terdiri dari alamat publik pengirim, sedangkan output terdiri dari alamat publik penerima. Namun, pengirim harus membuktikan bahwa mereka telah mengirim dana, dan mereka melakukannya dengan tanda tangan digital.

Tanpa SegWit, data tanda tangan dapat menghabiskan 65% tempat dalam satu blok. Dengan SegWit, data tanda tangan dipindahkan dari input transaksi. Ini menyebabkan ukuran efektif blok meningkat dari 1 MB menjadi 4 MB.

Harap dicatat bahwa SegWit tidak meningkatkan ukuran blok yang sebenarnya. Melainkan solusi teknis untuk meningkatkan ukuran efektif blok tanpa harus meningkatkan batasan ukuran blok (yang mengharuskan hard fork). Intinya, ukuran blok yang sebenarnya tetap 1 MB, tetapi ukuran efektif blok 4 MB.

Selain itu, SegWit memperkenalkan ide berat blok. Kita dapat menggambarkan berat blok sebagai konsep yang menggantikan ide ukuran blok. Intinya, berat blok adalah ukuran yang meliputi semua data blok, termasuk data transaksi (1MB) dan data tanda tangan (sampai 3 MB), yang bukan lagi merupakan bagian dari input.


Peningkatan kecepatan transaksi

Dengan sebuah blok yang dapat menyimpan lebih banyak transaksi, SegWit juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kecepatan transaksi, karena ada begitu banyak transaksi bergerak dalam blockchain. Meskipun satu blok memakan waktu yang sama untuk menambang, ada lebih banyak transaksi diproses di dalamnya, sehingga tingkat TPS lebih tinggi.

Kecepatan ransaksi yang ditingkatkan juga membantu mengurangi biaya transaksi dalam jaringan Bitcoin. Sebelum SegWit, tidaklah jarang menghabiskan lebih dari $30 per transaksi. Namun, SegWit menurunkan biaya tersebut secara drastis menjadi kurang dari $1 per transaksi.


Perbaikan kelenturan transaksi

Masalah besar dengan Bitcoin adalah dapat berpotensi merusak tanda tangan transaksi. Jika tanda tangan diubah, dapat menyebabkan kerusakan dalam sebuah transaksi di antara dua pihak. Karena data yang disimpan dalam blockchain tetap abadi, transaksi yang tidak valid dapat disimpan secara permanen dalam blockchain.

Dengan SegWit, tanda tangan tidak lagi menjadi bagian dari data transaksi, ini menghindari kemungkinan kerusakan data. Perbaikan ini mendatangkan inovasi selanjutnya di dalam komunitas blockchain, meliputi protokol lapisan-kedua dan smart contracts.


SegWit dan Jaringan Lightning

Pengembangan protokol lapisan-kedua dihadirkan sebagian dengan memperbaiki masalah kelenturan transaksi. Sederhananya, protokol-protokol lapisan-kedua adalah platform atau produk baru yang dibangun di atas blockchain, seperti Bitcoin. Salah satu protokol lapisan-kedua yang lebih populer adalah Jaringan Lightning, sebuah jaringan micropayment di luar rantai (off-chain).

Jaringan Lightning adalah protokol lapisan-kedua yang beroperasi di atas jaringan Bitcoin. Tujuan utama Jaringan Lightning adalah untuk membuat lebih banyak transaksi dikonfirmasi dalam waktu yang lebih singkat, menghasilkan transaksi yang lebih cepat bagi pengguna. Transaksi-transaksi dikumpulkan off-chain dan ditempatkan secara efektif untuk pada akhirnya akan diproses oleh Jaringan Bitcoin.

Jaringan Lightning pada awalnya dikembangkan untuk Bitcoin. Namun, beberapa mata uang ktipto dan proyek blockchain lainnya bekerja dan mengimplementasikan teknologi ini pada jaringan mereka. Ini tidak hanya akan mengurangi waktu konfirmasi transaksi, tetapi juga mendorong pengembangan solusi baru atas permasalahan skalabilitas.


SegWit vs. SegWit2x

SegWit adalah peningkatan soft fork, artinya dapat berkerja mundur. Dengan kata lain, node Bitcoin yang tidak diperbaharui dengan memasukkan SegWit masih dapat memproses transaksi. Namun, ada usulan implementasi SegWit lain yang disebut SegWit2x (S2X), yang akan mengharuskan peningkatan hard fork.

Perbedaan utama antara SegWit dan Segwit2x adalah bahwa SegWit2x tidak hanya meliputi perubahan dalam pengaturan transaksi, tetapi juga peningkatan ukuran blok (dari 1 Mb menjadi 2 Mb). Namun tetap saja, ukuran blok yang lebih besar akan meningkatkan beban pada operator node dan penambang, karena akan ada lebih banyak data untuk ditangani. 

Perbedaan penting lainnya adalah bahwa proposal SegWit didukung dan didorong oleh komunitas Bitcoin. Peristiwa ini melahirkan konsep UASF, yang merupakan singkatan dari user-activated soft fork.

Di sisi lain, SegWit2X mengusulkan perubahan substansial pada aturan fundamental yang mengatur Bitcoin. Tetapi karena pengembang tidak dapat mencapai konsensus tentang adopsi dan implementasinya, gerakan SegWit2x akhirnya ditangguhkan.


Penutup

Implementasi SegWit ditandai dengan peningkatan protokol terbesar Bitcoin, dan fakta bahwa ini didukung dan diimplementasikan oleh komunitas tak terpusat membuatnya semakin menarik.

Pengenalan SegWit adalah sebuah langkah maju yang besar dalam memecahkan banyak masalah yang berhubungan dengan Bitcoin dan jaringan blockchain lainnya - khususnya mengenai skalabilitas. Melalui kombinasi SegWit dan protokol-protokol lapisan-kedua, jaringan blockchain dapat menangani transaksi dalam jumlah yang lebih besar, dengan lebih efisien dan biaya yang lebih murah.

Walaupun ini sebagai solusi yang kuat dan inovatif, SegWit masih membutuhkan adopsi sepenuhnya. Saat ini, persentase alamat Bitcoin yang menggunakan Segwit sekitas 53%.

Loading