Blockchain dan Kecerdasan Buatan - Penjelasan mengenai Masa Depan Teknologi

Bagikan
Copied to clipboard!
Blockchain dan Kecerdasan Buatan - Penjelasan mengenai Masa Depan Teknologi

Daftar isi


Apa yang dimaksud dengan kecerdasan buatan (AI)?

Kecerdasan Buatan/Artificial Intelegence adalah kemampuan sebuah program untuk belajar, juga merupakan ilmu dan rekayasa program komputer cerdas. Algoritme ini dapat mengerti pola dan memecahkan masalah dengan menggunakan sekumpulan besar data tanpa perintah manusia. Menganalisis data masukan dari luar, belajar dari data tersebut, dan menggunakan pengetahuan dari sana untuk mencapai tujuan tertentu dengan melakukan tugas yang diberikan.

Pada level dasar, ada dua jenis utama AI – narrow AI dan strong AI.

Narrow AI bertujuan untuk menyelesaikan tugas yang khusus atau terbatas seperti pengenalan wajah, penyaringan spam, atau bermain catur. Sedangkan strong AI mampu menangani tugas yang lebih luas, tidak hanya tugas yang khusus. Ini berpotensi memiliki kognisi tingkat manusia dan akan mampu menyelesaikan tugas intelektual yang dapat dilakukan seseorang. Saat ini narrow AI telah ada, sedangkan strong AI masih butuh waktu – Bahkan, banyak ahli yang mempertanyakan apakah ini mungkin.

Tidak mungkin untuk memprediksi potensi pengaruh strong AI, tetapi banyak yang yakin bahwa masa depan blockchain dan AI kelihatannya akan terikat satu sama lain. Ada yang berpendapat bahwa keduanya akan menjadi teknologi yang penting pada dekade mendatang. 

Karena itu, penting rasanya untuk melihat lebih dekat bagaimana keduanya berinteraksi di masa depan.


Sinergi AI dan blockchain

Pengembangan AI terhadap blockchain

Penambangan membutuhkan banyak daya dan energi komputasi. Ledger terdistribusi mengorbankan efisiensi demi hal-hal seperti kekekalan dan ketahanan terhadap sensor. AI dapat dibuat sangat efisien dalam mengoptimalkan konsumsi energi, yang berguna untuk meningkatkan algoritme penambangan. 

Salah satu bantahan terhadap penggunaan sistem blockchain adalah kebutuhan energi yang sangat tinggi. Properti  ekonomi kripto dan keamanan yang diinginkan menimbulkan tugas komputasi yang tidak diperlukan. Mengurangi konsumsi blockchain Proof of Work akan bermanfaat bagi seluruh industri dan dapat mendorong adopsi blockchain secara mainstream.

Ai juga dapat mengoptimalkan kebutuhan penyimpanan pada blockchain. Karena riwayat transaksi disimpan di semua node, ukuran ledger terdistribusi dapat dengan cepat bertambah. Jika persyaratan penyimpanan tinggi, penghalang masuk juga lebih tinggi, yang berpotensi mengurangi desentralisasi jaringan. AI dapat memperkenalkan teknik sharding database baru yang akan membuat ukuran blockchain lebih kecil dan menyimpan data di dalamnya dengan lebih efisien. 


Ekonomi data terdesentralisasi

Data adalah aset yang semakin berharga yang tidak hanya perlu disimpan dengan aman, tetapi juga dipertukarkan. Sistem AI yang efektif sangat tergantung pada data, sesuatu yang dapat disimpan oleh blockchain dengan tingkat keandalan yang sangat tinggi. 

Blockchain pada dasarnya adalah database yang aman dan terdistribusi yang dibagikan oleh semua partisipan di dalam jaringan. Data disimpan di dalam blok, dan setiap blok dihubungkan secara kriptografis dengan blok sebelumnya. Ini membuat sangat sulit untuk mengubah informasi yang disimpan tanpa membajak  konsensus jaringan, misalnya melalui serangan 51%.

Pertukaran data terdesentralisasi bertujuan untuk menciptakan ekonomi data baru yang berjalan di atas blockchain. Pertukaran ini akan membuat data dan peyimpanan tersedia kepada siapa saja untuk dengan mudah diakses. Dalam menghubungkan dengan ekonomi data ini, algoritme AI membutuhkan sekumpulan besar input eksternal sehingga dapat belajar dengan lebih cepat. Selain itu, algoritme ini sendiri juga dapat dipertukarkan di pasar. Ini akan membuatnya lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas dan dapat mempercepat perkembangannya.

Pertukaran data terdesentralisasi berpotensi untuk mengubah lingkungan penyimpanan data. Intinya, setiap orang akan mampu untuk menyewakan penyimpanan lokal mereka dengan biaya (dibayar dengan token). Sebaliknya, penyedia layanan penyimpanan data harus meningkatkan layanan mereka agar tetap kompetitif.

Beberapa pasar data seperti ini sudah berjalan, walaupun masih sangat muda. Dengan memberi insentif pada penyedia data dan penyimpanan untuk menjaga integritas data yang tinggi, sistem AI juga akan mendapat manfaat. 


Superkomputer terdesentralisasi

Melatih AI tidak hanya membutuhkan data berkualitas yang dapat dipelajari algoritme, tetapi juga banyak daya komputasi. Algoritme AI sering menggunakan jenis sistem komputasi yang dikenal sebagai jaringan saraf tiruan/artificial neural network (ANN). ANN belajar untuk melakukan tugas dengan mempertimbangkan banyak contoh. ANN sering membutuhkan daya komputasi yang sangat besar untuk mencari jutaan parameter demi melakukan tugas yang ditentukan. 

Jika data dapat dibagikan ke seluruh jaringan blockchain, mengapa daya komputasi tidak bisa? Dalam beberapa implementasi blockchain, pengguna dapat meminjamkan daya komputasi mesin mereka secara efektif dalam pasar peer-to-peer(P2P) kepada mereka yang ingin menjalankan komputasi yang kompleks.

Sistem AI dapat dilatih dalam platform komputer ini dengan jauh lebih efektif dan dengan biaya yang lebih murah. Walaupun penggunaan awal masih pada pembuatan gambar 3D komputer, kemungkinan lambat laun akan berubah ke arah AI.

Seiring berkembangnya Aplikasi Terdesentralisasi/Decentralized Applications (DApps) ini, perusahaan yang menyediakan daya komputasi dapat melihat gelombang persaingan. Dengan memungkinkan pengguna memperoleh pendapatan dengan menyewakan daya komputasi mereka, akan menyebabkan penggunaan yang semakin efisien. Secara teori, ketika tidak digunakan, setiap CPU atau GPU di dunia dapat berfungsi sebagai node dalam superkomputer terdesentralisasi.


Auditabilitas keputusan AI yang lebih baik

Keputusan yang dibuat oleh sistem AI sangat sulit untuk dimengerti oleh manusia. Algoritme ini dapat bekerja dengan data yang berlimpah yang secara praktik tidak mungkin bagi manusia untuk mengaudit dan mereplikasi proses pengambilan keputusan. 

Jika keputusan direkam berdasarkan setiap titik data, maka ada jejak audit yang jelas bagi manusia untuk diperiksa, ini dapat meningkatkan kepercayaan pada keputusan yang dibuat oleh algoritme AI. 


Penutup

Jika kedua teknologi ini dapat memenuhi potensinya, maka akan menimbulkan dampak panjang. Sementara banyak perusahaan yang sedang memanfaatkan keduanya secara terpisah, ada penggunaan menarik dimana keduanya dapat dikombinasikan. 

Karena kedua teknologi ini akan terus berkembang, akan lebih banyak inovasi dapat terlihat melalui pemanfaatan teknologi blockchain dan AI secara bersamaan. Hasil potensial sulit untuk dinilai, tetapi cukup pasti bahwa hal itu akan mengarah pada perbaikan di banyak aspek ekonomi kita.

Loading