Penjelasan Mengenai Proof of Work Terhambat

Bagikan
Copied to clipboard!
Penjelasan Mengenai Proof of Work Terhambat

Delayed Proof of Work (dPoW) adalah sebuah mekanisme keamanan yang di desain oleh Komodo project. Pada dasarnya ini adalah versi modifikasi dari algoritma konsensus Proof of Work (PoW) yang menggunakan tenaga hash blockchain Bitcoin sebagai sebuah cara untuk meningkatkan keamanan jaringan. Dengan menggunakan dPoW, pengembang Komodo dapat mengamankan jaringannya dan juga jaringan pihak ketiga yang menggunakan ekosistem komodo di masa depan. Faktanya, dPoW dapat diimplementasikan kepada project apapun yang mengembangkan blockchain mandi menggunakan model UTXO.


Bagaimana Cara kerja dPoW?

Mengambil Komodo sebagai contoh, mekanisme keamanan dPoW dikembangkan dan diimplementasikan ke dalam basis kode Zcash, mengizinkan privasi zero-knowledge dan meningkatkan keamanan jaringan dengan memanfaatkan hash rate Bitcoin. 

Dengan interval sepuluh menit, sistem komodo merekam blockchainnya sendiri. Lalu, rekaman tersebut ditulis dalam sebuah blok pada jaringan Bitcoin dalam sebuah proses yang disebut dengan notarisasi. Pada dasarnya, proses ini membuat sebuah arsip keseluruhan sistem Komodo, yang disimpan pada blockchain Bitcoin.

Berbicara secara teknikal, node notarisasi Komodo yang berbasis komunitas ini menuliskan sebuah hash blok dari setiap blockchain dPoW terproteksi ke dalam buku kas Komodo, dengan mengeksekusi transaksi pada rantai Komodo. Node notarisasi menyimpan sebuah hash blok ke dalam rantai Komodo menggunakan perintah OP_RETURN.

Alasan mengapa node notarisasi memilih sebuah hash blok sepanjang sepuluh menit adalah untuk memastikan bahwa seluruh jaringan setuju bahwa blok tersebut adalah sah. Setiap jaringan blockchain harus mencapai konsensus untuk setiap bloknya. Node notarisasi hanya merekam blok hash dari blok sebelumnya yang sudah ditambang.

Lalu, node notarisasi menuliskan sebuah hash blok dari rantai Komodo ke dalam buku kas Bitcoin. Proses ini diselesaikan dengan mengeksekusi sebuah transaksi BTC dan dengan menggunakan perintah OP_RETURN untuk menuliskan data ke dalam sebuah blok dalam rantai Bitcoin.

Pada saat notarisasi Bitcoin terjadi, node notarisasi Komodo menuliskan data blok tersebut dari rantai BTC kembali ke rantai terproteksi lainnya. Pada saat ini, jaringan tidak menerima pengaturan ulang yang mencoba untuk mengubah blok notarisasi (atau blok lain yang dibuat sebelum blok notarisasi terbaru).

Pada saat ini dPoW digunakan pada Bitcoin, akan tetapi hal ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai alat untuk menggunakan keamanan dan fitur yang terdapat pada blockchain lain yang menggunakan model UTXO.

PoW vs dPoW

Salah satu tujuan utama dari algoritma Proof of Work (PoW) adalah untuk menjaga keamanan jaringan dan menepis serangan cyber seperti Distributed Denial-of-Service attacks (DDoS). Dalam kata lain, algoritma PoW adalah sebuah data yang sangat mahal untuk di produksi akan tetapi sangat mudah untuk diverifikasi oleh yang pengguna dan ini adalah sebuah elemen penting dalam proses penambangan.

Penambangan dalam blockchain berbasis PoW secara desain sangatlah menuntut. Penambang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah teka-teki cryptography yang sangat rumit untuk dapat menambang sebuah blok baru. Proses ini mengikutsertakan pekerjaan komputasi yang sangat intens, yang membutuhkan perangkat keras dan penggunaan listrik yang sangat mahal. Proses penambangan tidak hanya menjaga keamanan jaringan dari serangan eksternal akan tetapi juga untuk memverifikasi transaksi dan membuat unit mata uang digital baru (sebagai upah kepada penambang yang menyelesaikan teka-teki).

Maka dari itu, salah satu alasan mengapa blockchain Proof of Work menjadi aman adalah fakta dimana proses penambangan mengikutsertakan sebuah investasi finansial yang sangat tinggi dan bergantung dengan konsensus jaringan. Akan tetapi, sangatlah penting untuk mengetahui bahwa keamanan blockchain PoW secara langsung terkait dengan jumlah tenaga komputasi (hash rate) yang didedikasikan kepada mereka, ini berarti jaringan blockchain kecil tidak seaman blockchain yang besar.

Sebagai pembanding untuk PoW, dPoW tidak digunakan untuk mencapai konsensus pada blok baru dan tidak dianggap sebagai algoritma konsensus. Tapi, ini adalah sebuah mekanisme yang diimplementasikan sebagai tambahan ke aturan konsensus PoW yang normal. DPoW membuat blok yang sudah di notarisasi tidak mungkin untuk diatur ulang, yang berarti ini membuat blockchain menjadi lebih aman dan tahan terhadap serangan 51%.

Sebagai efek, dPoW “mengatur ulang” aturan konsensus pada blockchain setiap kali sebuah blok dinotarisasi. Sebagai contoh, kebanyakan rantai PoW menggunakan “aturan rantai terpanjang”. Jadi setiap kali sebuah jaringan blockchain menerima konfirmasi bahwa blok XXX.XX1 telah dinotarisasi, aturan rantai terpanjang akan dimulai pada blok XXX.XX2. jaringan tidak akan menerima sebuah rantai yang dimulai pada blok XXX.XX0 atau sebelumnya, walaupun rantai tersebut adalah yang terpanjang.


Konklusi

Mekanisme keamanan Delayed Proof of Work mengizinkan untuk pengarsipan yang sering untuk memastikan bahwa jika ada kegagalan sistem atau sebuah hack yang berhasil, seluruh data dapat dipulihkan secara cepat. Untuk sebuah hack untuk berhasil menyebabkan kerusakan yang permanen, seorang hacker harus menghancurkan jaringan Bitcoin, menghancurkan semua rekaman yang diarsipkan dalam blockchain Bitcoin.

Bagi anda yang ingin mempelajari lebih banyak mengenai delayed Proof of Work, perisalah Halaman Layanan keamanan Blockchain Komodo.

Loading