Apakah itu Hard Fork dan Soft Fork?

Bagikan
Copied to clipboard!

Seluruh perangkat lunak membutuhkan pembaharuan secara berkala untuk memberikan pembetulan kepada masalah-masalah atau untuk meningkatkan performa. Di dalam dunia crypto, pembaharuan tersebut dinamakan “persimpangan” (“forks”).

Dikarenakan mata uang digital adalah sebuah jaringan terdesentralisasi, semua peserta di dalam jaringan - yang dikenal sebagai node - harus mengikuti peraturan yang sama untuk dapat bekerja bersama-sama dengan sebagaimana mestinya. Rangkaian peraturan ini dikenal sebagai “protokol”.

Peraturan yang paling lazim digunakan termasuk diantaranya adalah ukuran sebuah blok dalam blockchain, hadiah yang akan diterima oleh penambang untuk menambang blok yang baru, dan banyak lagi.

Ada 2 jenis persimpangan di dalam crypto: Persimpangan Lembut (Soft Fork) dan Persimpangan Keras (Hard Fork). Akan tetapi kedua jenis persimpangan tersebut secara mendasar merubah bagaimana protokol dari sebuah mata uang digital bekerja.


Persimpangan Lembut (Soft fork)

Sebuah Persimpangan Lembut adalah sebuah perubahan dalam protokol mata uang digital yang memiliki fungsi penyesuaian kebelakang. Ini dapat berarti bahwa node yang tidak atau belum diperbaharui masih dapat memproses transaksi-transaksi yang terjadi dan mendorong blok baru dalam blockchain tersebut, selama node kadaluarsa yang bersangkutan tidak mengacau peraturan protokol yang baru.

Bayangkan sebuah persimpangan lembut yang membuat sebuah peraturan baru untuk menyusutkan ukuran blok dari 3mb menjadi 2mb. Node yang sudah kadaluarsa masih tetap dapat memproses transaksi dan mendorong blok baru yang berukuran sama dengan 2mb atau yang lebih rendah dari ukuran tersebut. Akan tetapi jika sebuah node kadaluarsa tersebut mencoba untuk mendorong blok yang lebih besar dari 2mb ke dalam jaringan, node yang sudah diperbaharui akan menolak blok tersebut karena itu menyalahi peraturan yang baru. Ini mendorong node yang sudah kadaluarsa untuk diperbaharui dengan pembaharuan protokol yang baru, ini dikarenakan node tersebut sudah tidak lagi seefisien noide yang sudah diperbaharui.


Persimpangan Keras (Hard fork)

Sebuah Persimpangan Keras adalah sebuah perubahan dalam protokol mata uang digital yang tidak dapat menyesuaikan kebelakang dengan node yang kadaluarsa, ini berarti node yang tidak atau belum diperbaharui ke versi yang baru tidak akan dapat memproses transaksi atau mendorong blok yang baru ke dalam blockchain. Persimpangan Keras juga dapat digunakan untuk merubah atau memperbaharui protokol yang sudah ada, ataupun untuk membuat protokol yang baru, dengan blockchain dan protokol yang mandiri.

Bayangkan sebuah perubahan di dalam sebuah protokol yang merubah ukuran blok dari 2mb menjadi 4mb. Jika sebuah node yang sudah diperbaharui mencoba untuk mendorong sebuah blok dengan ukuran 3mb ke dalam blockchain, node yang sudah kadaluarsa ataupun yang belum atau tidak di perbaharui tidak dapat melihat blok tersebut sebagai sah, dan akan ditolak.

Tergantung dengan situasi, persimpangan keras dapat berjalan sesuai rencana atau menjadi kontroversial. Di persimpangan yang sesuai rencana, peserta akan secara sukarela memperbaharui perangkat lunak mereka untuk mengikuti peraturan yang baru dan meninggalkan versi yang sudah kadaluarsa. Mereka yang tidak memperbaharui perangkat lunak mereka akan ditinggal untuk menambang di blockchain yang sudah kadaluarsa, yang hanya sedikit orang yang menggunakannya.

Jika persimpangan yang terjadi menghasilkan kontroversi, berarti banyak terjadi ketidaksamaan kata di dalam komunitas tentang pembaharuan tersebut, persimpangan protokol biasanya menghasilkan 2 buah blockchain yang berbeda -- 2 mata uang digital yang berbeda. Kedua blockchain akan memiliki komunitas mereka masing-masing dan pengembang akan mengembangkan protokol mereka seturut dengan apa yang mereka percayai adalah baik adanya.

Dikarenakan dasar sebuah persimpangan adalah blockchain yang semula (orisinil), semua transaksi yang berasal dari blockchain semula akan tersalin ke dalam persimpangan yang baru. Contohnya, jika anda memiliki 100 koin mata uang A, dan jika terjadi sebuah persimpangan keras, yang berujung membuat menghasilkan sebuah mata uang B, maka anda akan juga mendapatkan 100 koin B.

Dikarenakan oleh sifat keterbukaan sebuah mata uang digital dan semangkin meningkatnya individu dan organisasi dengan tujuan yang berbeda masuk kedalam dunia crypto, persimpangan akan terus berlanjut sebagai hasil pengembangan mata uang digital. 

Nantikan lebih banyak konten dan jangan lupa untuk memeriksa video kami di Binance Academy!

Loading