Apakah itu Nodes?

Bagikan
Apakah itu Nodes?

Definisi untuk sebuah node dapat berbeda secara signifikan bergantung dengan konteks yang digunakan. Jika berbicara mengenai jaringan komputerisasi atau telekomunikasi, node memberikan sebuah fungsi yang berbeda, node dapat berlaku sebagai titik redistribusi atau sebuah titik akhir komunikasi. Umumnya, sebuah node berisikan sebuah perangkat jaringan fisik akan tetapi ada beberapa kegunaan spesifik dimana node virtual digunakan.

Secara sederhana, sebuah node jaringan adalah sebuah titik dimana pesan dapat dibuat, diterima, atau ditransmisikan. Disini akan kami jelaskan perbedaan beberapa jenis node Bitcoin: Full Nodes, Super Nodes, Miner Nodes, dan SPV Clients.


Node Bitcoin

Masuk ke dalam konteks blockchain - yang didesain sebagai sistem terdistribusi - jaringan node komputer adalah adalah yang membuat Bitcoin dapat digunakan sebagai sebuah mata uang digital peer-to-peer (P2P) desentralisasi yang tahan sensor dan tidak membutuhkan orang tengah di antara pengguna (tidak masalah sejauh mana mereka di dunia).

Maka dari itu node blockchain bertanggung jawab untuk berlaku sebagai titik komunikasi yang dapat melakukan beberapa fungsi yang berbeda. Komputer atau perangkat apapun yang terhubung dengan antarmuka Bitcoin dapat dianggap sebagai sebuah node, dimana mereka berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Node tersebut juga dapat mentransmisi informasi mengenai transaksi dan blok dalam jaringan komputer yang terdistribusi tersebut menggunakan protokol peer-to-peer Bitcoin. Akan tetapi, setiap node komputer ditentukan menurut fungsinya tersebut, maka dari itu terdapatlah beberapa jenis node Bitcoin yang berbeda-beda.


Full Nodes

Full Node adalah yang benar-benar mendukung dan memberikan keamanan pada Bitcoin dan mereka sangat penting untuk jaringan. Node tersebut dapat disebut juga sebagai node validasi lengkap dikarenakan mereka ikut serta dalam proses memverifikasi transaksi dan blok melawan aturan sistem konsensus.

Umumnya, sebuah full node mengunduh sebuah salinan akan blockchain Bitcoin dengan setiap blok dan transaksi, tetapi ini bukan sebuah keharusan untuk dianggap sebagai full node (salinan yang sudah dikurangi dari blockchain juga dapat digunakan).

Sebuah full node Bitcoin dapat didirikan melalui implementasi perangkat lunak yang berbeda, akan tetapi Bitcoin Core yang lebih umum dipakai dan paling populer. Inilah persyaratan minimum untuk menjalankan full node Bitcoin Core:

  • Komputer atau laptop dengan versi Windows, Mac OS X, atau Linux terbaru.
  • 200GB sisa hard disk.
  • 2GB of memory (RAM).
  • Koneksi internet kecepatan tinggi dengan minimum kecepatan unggah 50kB/s.
  • Koneksi internet tidak terukur atau sebuah koneksi dengan limit unggah tinggi. Full node dapat mencapai atau melebihi penggunaan unggah sampai dengan 200GB/bulan dan dengan penggunaan unduh 20GB/bulan. Anda juga harus mengunduh ~200GB disaat anda pertama kali menjalankan full node.
  • Full node anda harus aktif paling sedikit 6 jam sehari. Lebih baik jika dijalankan secara non-stop (24/7)


Banyak organisasi dan pengguna yang secara sukarela menjalankan full node Bitcoin sebagai sebuah cara untuk membantu ekosistem Bitcoin. Pada saat ini, ada sekitar 9.700 node umum yang bergerak dalam jaringan Bitcoin. Harus dicatat bahwa angka ini hanya mengikutsertakan node umum, yang merujuk kepada node pendengar (listening node) Bitcoin yang dapat terlihat dan diakses.

Selain dengan node umum, ada banyak node yang tersembunyi yang tidak terlihat (non-listening nodes). Node tersebut biasanya beroperasi di belakang sebuah firewall, melalui sebuah protokol tersembunyi seperti Tor, atau mereka sengaja dikonfigurasi untuk tidak mendengar ke dalam koneksi.


Node Pendengar / Listening Nodes (Super Nodes)

Umumnya, sebuah listening node atau super node adalah sebuah full node yang terlihat secara umum. Node tersebut berkomunikasi dan memberikan informasi kepada node lainnya yang memutuskan untuk mengadakan sebuah koneksi dengannya. Maka dari itu, sebuah super node secara mendasar adalah sebuah titik redistribusi yang dapat berlaku sebagai sumber data dan jembatan komunikasi.

Sebuah super node yang handal biasanya berjalan non-stop 24/7 dan terhubung ke beberapa koneksi, mentransmisikan riwayat blockchain dan data transaksi ke beberapa nodes di seluruh dunia. Untuk alasan tersebut sebuah super node akan membutuhkan lebih banyak tenaga komputasi dan koneksi internet dibandingkan dengan full node yang tersembunyi.


Node Penambang / Miners’ Nodes

Untuk dapat menambang Bitcoin dalam skenario yang sangat kompetitif sekarang ini, seseorang harus menginvestasikan sebuah perangkat keras dan program yang dibuat khusus untuk penambangan. Program (perangkat lunak) penambangan ini tidak secara langsung terkait dengan Bitcoin Core dan dieksekusi secara paralel untuk mencoba dan menambang blok Bitcoin. Sebuah penambanga dapat memilih untuk bekerja sendiri (solo miner) atau dalam grup (pool miner).

Sementara full node penambang solo menggunakan salinan blockchain mereka sendiri, penambang pool bekerja bersama-sama, setiap penambang mengkontribusikan dengan sumber daya komputasinya masing-masing (hashpower). Dalam sebuah kolam penambangan, hanya administrator kolam yang dibutuhkan untuk menjalankan full node - yang dapat disebut juga sebagai pool miner's full node.


Lightweight or SPV Clients

Disebut juga sebagai relasi verifikasi pembayaran sederhana (Simplified Payment Verification - SPV), relasi lightweight menggunakan jaringan Bitcoin akan tetapi tidak berlaku sebagai full node. Maka dari itu, relasi SPV tidak berkontribusi kepada keamanan  jaringan dikarenakan mereka tidak menyimpan salinan blockchain dan tidak berpartisipasi dalam proses verifikasi dan validasi transaksi.

Secara singkat, SPV adalah sebuah metode dimana pengguna memeriksa apakah transaksi tersebut sudah dimasukkan atau belum ke dalam blok, tanpa harus mengunduh seluruh data blok tersebut. Maka dari itu relasi SPV bergantung dengan informasi yang disediakan oleh full node (super node) lainnya. Relasi lightweight bekerja sebagai titik akhir komunikasi dan digunakan oleh banyak dompet mata uang digital.


Node Relasi vs Penambang (Client vs Mining Nodes)

Sangat penting untuk dicatat bahwa menjalankan full node tidak sama dengan menjalankan full node penambang. Dimana seorang penambang harus menginvestasikan perangkat lunak dan keras, sebagai full node, semua orang dapat menjalankan validasi full node. Terlebih lagi, sebelum memulai penambangan sebuah blok, penambang tersebut pertama-tama harus mengumpulkan transaksi yang masih tertunda yang sudah diterima sebagai benar oleh full node. Selanjutnya, penambang harus membuat kandidat blok (dengan sebuah grup transaksi) dan mencoba untuk menambang blok tersebut. Jika penambang berhasil menemukan solusi untuk blok tersebut, ia akan menyebarkannya ke dalam jaringan dan full node lainnya akan mulai memverifikasi validasi blok tersebut. Maka dari itu peraturan konsensus ditentukan dan diamankan oleh jaringan validasi node tersebar dan tidak melalui penambang.


Konklusi

Node Bitcoin berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui protokol jaringan P2P Bitcoin, dan dengan melakukan demikian, mereka menjamin integritas sistem. Sebuah node yang berlaku tidak benar atau mencoba untuk mengedarkan informasi yang salah akan secara cepat diketahui oleh node yang jujur dan akan terputus dari jaringan.

Walaupun menjalankan full node validasi tidak memberikan upah finansial, sangat disarankan untuk tetap menjalankannya, dikarenakan hal ini memberikan kepercayaan, keamanan, dan privasi kepada pengguna. Full node memastikan bahwa aturan yang dibuat dipatuhi. Mereka melindungi blockchain dari serangan dan penipuan (seperti pengeluaran ganda). Terlebih lagi, sebuah full node tidak perlu untuk percaya kepada node lainnya dan ini mengizinkan pengguna untuk berada dalam total kontrol akan uangnya.

Loading