Panduan Memahami Pengelolaan Risiko bagi Pemula

Bagikan
Copied to clipboard!
Panduan Memahami Pengelolaan Risiko bagi Pemula

Daftar isi


Apa yang dimaksud dengan pengelolaan risiko?

Kita secara terus-menerus mengelola risiko sepanjang kehidupan kita - baik melalui tugas-tugas yang sederhana (misalnya mengendarai mobil) atau ketika membuat rencana asuransi kesehatan. Intinya, pengelolaan risiko adalah semua hal tentang menilai dan bereaksi terhadap risiko.

Kebayakan dari kita mengelola risiko-risiko ini secara tidak sadar ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Tetapi, jika berbicara mengenai pasar keuangan dan administrasi bisnis, menilai risiko-risiko adalah praktik yang sangat penting dan harus dilakukan dengan sadar.

Dalam ekonomi, kita dapat menggambarkan pengelolaan risiko sebagai kerangka kerja yang menentukan bagaimana sebuah perusahaan atau investor menangani risiko keuangan, yang melekat pada semua jenis bisnis. 

Kepada para pedangang dan investor, kerangka kerja ini dapat mencakup pengelolaan aset dengan kelas yang bebeda-beda, misalanya mata uang kripto, Forex, komoditas, saham, indeks, dan real estate.

Ada beberapa jenis risiko keuangan, yang dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Artikel ini memberikan padangan mengenai proses pengelolaan risiko. Juga memaparkan strategi-strategi yang dapat membantu para pedagang dan investor untuk memitigasi risiko-risiko keuangan.


Bagaimana cara kerja pengelolaan risiko?

Proses pengelolaan risiko mencakup 5 langkah: menetapkan tujuan, mengidentifikasi risiko, menilai risiko, menentukan respon, dan mengawasi. Tergantung pada konteks, langkah-langkah ini dapat berubah secara signifikan.

Menetapkan tujuan

Langkah pertama adalah menentukan apa yang mejadi tujuan utama. Ini sering terkait dengan toleransi risiko perusahaan atau individu. Dengan kata lain, seberapa besar risiko yang bersedia diambil untuk bergerak menuju tujuan.

Identifikasi risiko

Langkah kedua adalah mendeteksi dan menentukan apa-apa saja risiko yang mungkin terjadi. Ini dapat dicapai dengan melihat semua jenis kegiatan yang dapat menyebabkan akibat-akibat negatif. Dalam lingkungan bisnis, langkah ini juga dapat memberikan informasi yang lebih luas yang tidak terkait secara langsung dengan risiko keuangan.

Penilaian risiko

Setelah mengidentifikasi risiko, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi frekuensi dan tingkat keparahan yang mungkin saja terjadi untuk diantisipasi. Risiko-risiko tersebut kemudian diurutkan berdasarkan tingkat kepentingannya, ini memudahkan penciptaan atau adopsi respons yang sesuai.

Menentukan respons

Langkah keempat adalah menentukan respons untuk setiap jenis risiko, sesuai dengan tingkat kepentingannya. Menetapkan tindakan apa yang harus diambil jika terjadi peristiwa yang tidak menguntungkan.

Pengawasan

Langkah terakhir dari strategi pengelolaan risiko adalah memantau efisiensinya sebagai respons terhadap peristiwa. Langkah ini membutuhkan pengumpulan dan analisis data yang berkelanjutan.


Pengelolaan risiko keuangan

Ada beberapa alasan mengapa sebuah strategi atau rencana perdagangan mungkin gagal. Sebagi contoh, seorang pedagang dapat kehilangan uang karena pasar bergerak melawan posisinya di kontrak berjangka atau karena pedagang tersebut menjadi emosional dan berakhir menjual asetnya karena panik.

Reaksi emosional sering kali menyebabkan para pedagang mengabaikan atau tidak mengindahkan strategi awal mereka. Ini dapat dilihat dengan jelas selama bear markets dan periode capitulasi.

Dalam pasar keuangan, kebanyakan orang setuju bahwa memiliki strategi pengelolaan risiko yang matang berkontribusi besar pada keberhasilan. Pada praktiknya, ini sangat sederhana hanya dengan mengatur pesanan  Stop-Loss atau Take-Profit.

Strategi perdagangan yang kuat harus menyediakan serangkaian tindakan yang mungkin, yang berarti bahwa pedagang dapat lebih siap untuk menghadapi segala macam situasi. Namun, sebagaimana disebutkan, ada banyak cara untuk mengelola risiko. Idealnya, strategi harus direvisi dan diadaptasi terus menerus.

Di bawah ini beberapa contoh risiko keuangan, disertai dengan penjelasan singkat bagaimana ini dapat dimitigasi.

  • Risiko pasar Dapat diminimalisir dengan mengatur pesanan Stop-Loss pada setiap perdagangan sehingga posisi secara otomatis ditutup sebelum menyebabkan kerugian besar.
  • Risiko likuidasi Dapat dimitigasi dalam perdagangan pada pasar-pasar dengan volum yang besar. Biasanya aset-aset dengan nilai kapitalisasi pasar yang tinggi cenderung lebih cair.
  • Risiko kredit Dapat dikurangi dalam perdagangan melalui bursa terpercaya sehingga kreditur dan debitur (atau penjual dan pembeli) tidak perlu mempercayai satu sama lain.
  • Risiko operasional Para investor dapat memitigasi risiko operasional dengan membagi portofolio mereka, mencegah risiko yang terjadi pada satu-satunya proyek/perusahaan. Mereka boleh juga melakukan penelitian sendiri untuk menemukan perusahaan-perusahaan yang tidak pernah mengalami keggalan fungsi operasional.
  • Risiko sistemik Dapat juga dikurangi dengan membagi portofolio. tetapi dalam hal ini, pembagian portofolio sebaiknya melibatkan proyek-proyek yang memiliki proposal berbeda atau perusahaan-perusahaan dari industri yang berbeda. Lebih baik lagi proyek-proyek atau perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki korelasi.


Penutup

Sebelum membuka posisi perdagangan atau mengalokasikan modal ke portofolio, pedagang dan investor harus mempertimbangkan untuk membuat strategi pengelolaan risiko. Namun, penting untuk diingat bahwa risiko keuangan tidak dapat sepenuhnya dihindari.

Secara keseluruhan, pengelolaan risiko menentukan cara menangani risiko, tetapi tentu saja tidak hanya tentang mengurangi risiko. Ini juga melibatkan pemikiran strategis sehingga risiko yang tak terhindarkan dapat diambil dengan cara yang seefisien mungkin. 

Dengan kata lain, ini juga mengenai kegiatan mengidentifikasi, menilai, dan mengawasi risiko, sesuai dengan konteks dan strategi. Proses pengelolaan risiko bertujuan untuk mengevaluasi rasio risiko / imbalan sehingga posisi yang paling menguntungkan dapat diprioritaskan.

Loading