Panduan Singkat Indikator SAR Parabolik

Bagikan
Copied to clipboard!
Panduan Singkat Indikator SAR Parabolik

Apa yang Dimaksud dengan SAR Parabolik?

Analis teknis J. Welles Wilder Jr. mengembangkan indikator Stop and Reverse (SAR) Parabolik pada akhir 1970-an. Indikator ini disajikan dalam bukunya yang berjudul Konsep Baru dalam Teknis Sistem Perdagangan, bersama dengan indikator populer lainnya, seperti Relative Strength Index (RSI).

Bahkan, Wilder menyebut pendekatan ini sebagai Sistem Waktu/Harga Parabolik, sementara konsep SAR disajikan sebagai berikut:

SAR adalah kepanjangan dari Stop and Reverse (Berhenti dan Berbalik). Ini dalah titik di mana perdagangan Long berakhir dan perdagangan Short dimulai, atau sebaliknya. 

- Wilder, J. W., Jr. (1978). Konsep-konsep Baru dalam Teknik Sistem Perdagangan (p. 8).

Hari ini, sistem ini dikenal secara umum sebagai indikator SAR parabolik, yang digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi tren pasar dan titik balik potensial. Walaupun Wilder mengembangkan beberapa indikator analisis teknis (TA) secara manual, namun ini sekarang menjadi bagian dari kebanyakan sistem digital perdagangan dan perangkat lunak pembaca grafik. Dengan demikian, teknik-teknik ini tidak lagi mensyaratkan penghitungan manual dan malah lebih mudah untuk digunakan.

 

Bagaimana cara kerjanya?

Indikator SAR Parabolik terdiri dari titik-titik kecil yang ditempatkan baik di atas maupun di bawah harga pasar. Penyebaran titik-titik menciptakan parabola, tetapi setiap titik mewakili nilai SAR tunggal.

Singkatnya, titik-titik diplot di bawah harga selama tren naik, dan di atasnya selama tren turun. Titik-titik ini juga diplot selama periode konsolidasi, di mana pasar bergerak ke samping. Tetapi dalam kasus ini, titik-titik akan berubah dari satu sisi ke sisi lain lebih sering. Dengan kata lain, indikator SAR Parabolik kurang berguna dalam pasar yang tidak memiliki tren.

 

Manfaat

SAR Parabolik dapat memberikan pandangan mengenai arah dan durasi tren pasar dan titik balik potensial. Dengan demikian, ini dapat meningkatkan kesempatan investor menemukan saat terbaik untuk membeli atau menjual.

Beberapa pedagang juga menggunakan indikator SAR Parabolik untuk menentukan harga stop-loss yang dinamis, sehingga harga stop mereka bergerak bersamaan dengan tren pasar. Teknik seperti ini biasanya disebut sebagai trailing stop-loss. 

Intinya, ini memungkinkan para pedagang untuk mengunci laba mereka yang sudah ada karen posisi mereka ditutup segera ketika tren berbalik. Pada beberapa situasi, ini juga bisa mencegah para pedagang untuk menutup posisi menguntungkan atau memasuki perdagangan terlalu dini.

 

Batasan

Seperti telah disebutkan, SAR Parabolik berguna khususnya dalam pasar yang memiliki tren, bukan dalam periode konsolidasi. Ketika ada tren yang kurang jelas, indikator kemungkinan besar akan memberikan sinyal yang salah, yang dapat menyebabkan kerugian yang besar.

Pasar yang  bergejolak  (bergerak naik dan turun terlalu cepat) dapat juga memberikan sinyal-sinyal yang keliru. Jadi, indikator SAR Parabolik cenderung bekerja dengan baik jika harga bergerak secara bertahap.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesensitifan indikator, yang dapat disesaikan secara manual. Semakin tinggi sensitifitas, maka semakin tinggi juga risiko adanya sinyal yang salah.

Pada beberapa kasus, sinyal-sinyal yang salah dapat meyakinkan para pedagang untuk menutup posisi menang terlalu cepat, menjual aset yang sebenarnya masih memiliki potensi menghasilkan. Atau lebih buruk lagi, breakout palsu dapat memberikan optimisme yang salah kepada para investor dan mereka yang membeli terlalu cepat.

Kemudian, karena indikator tidak mempertimbangkan volume perdagangan, makan tidak ada informasi yang cukup mengenai kekuatan tren. Walaupun pergerakan pasar yang besar menyebabkan celah di antara dua titik melebar, ini tidak boleh dianggap sebagai indikasi tren yang kuat.

Tidak perduli seberapa banyak informasi yang dimiliki oleh para investor,  risiko-risiko selalu akan menjadi bagian dari pasar keuangan. Tetapi, banyak dari mereka yang mengkombinasikan SAR Parabolik dengan indikastor lainnya sebagai cara untuk meminimalkan risiko dan mengimbangi batasan. 

Wilder merekomendasikan untuk menggunakan Average Directional Index bersamaan dengan SAR Parabolik untuk mengukur kekuatan tren. Sebagai tambahan, rata-rata pergerakan, atau indikator RSI juga dapat dimasukkan dalam analisis sebelum memasukkan sebuah posisi.

 

Penghitungan SAR Parabolik

Saat ini, program komputer dapat melakukan penghitungan secara otomatis. Tetapi bagi siapa saja yang tertarik, sesi ini meberikan penjelasan singkat mengenai penghitungan SAR Parabolik.

Titik-titik SAR dihitung berdasarkan data pasar yang ada. Jadi, untuk menghitung SAR hari ini, kita mnggunakan SAR kemarin, dan untuk menghitung nilai besok, kita menggunakan SAR hari ini.

Selama tren naik, nilai SAR dihitung berdasarkan ketinggian sebelumnya. Selama tren turun, berdasarkan kerendahan sebelumnya. Wilder menyebut pada titik tertinggi dan terendah dalam tren sebagai Extreme Points (EP). Namun, persamaan untuk tren nai dan tren turun tidaklah sama.

Untuk tren naik:

SAR = SAR sebelumnya + AF x (EP sebelumnya – SAR sebelumnya)

Untuk tren turun:

SAR = SAR sebelumnya – AF x  (SAR sebelumnya – EP sebelumnya)

AF adalah singkatan dari acceleration factor (faktor percepatan). Ini dimulai pada 0,02 dan meningkat 0,02 setiap kali harga menciptakan ketinggian baru (untuk tren naik) atau kerendahan baru (untuk tren turun). Namun jika batasan 0,20 dicapai, nilai ini akan dijaga selama durasi perdagangan (sampai tren berbalik).

Pada praktiknya, beberapa pengamat grafik menyesuaikan AF secara manual untuk mengubah sensitifitas indikator. AF yang lebih tinggi dari 0,2 akan menyebabkan sensitifitas yang meningkat (lebih banyak sinyal berbalik). AF yang lebih rendah dari 0,2 adalah sebaliknya. Namun tetap saja, Wilder menyatakan dalam bukunya bahwa kenaikan 0,02 berkerja paling baik secara keseluruhan.

Walaupun penghitungan sangat mudah digunakan, beberapa pedagang meminta Wilder untuk menghitung SAR terlebih dahulu, mengingat bahwa persamaan ini membutuhkan beberapa nilai. Menurutnya, SAR pertama dapat dihitung berdasarkan EP terakhir sebelum pembalikan tren pasar.

Wilder merekomendasikan agar para pedagang kembali ke grafik mereka untuk menemukan pembalikan yang jelas, dan kemudian menggunakan EP sebagai nilai SAR pertama. SAR berikutnya dihitung sampai harga pasar terakhir dicapai. 

Sebagai contoh, jika pasar cenderung naik, pedagang dapat kembali beberapa hari atau minggu ke belakang sampai mereka menemukan koreksi sebelumnya. Kemudian, mereka menemukan titik bawah lokal (EP) pada koreksi ini, yang kemudian dapat digunakan sebagai SAR pertama untuk tren naik berikutnya.

 

Penutup

Walaupun ini dikenal pertama kali pada tahun 1970-an, SAR Parabolik masih tetap digunakan dengan luas sampai saat ini. Para investor dapat mengaplikasikannya pada banyak alternatif investasi, termasuk pasar Forex, komoditas, saham, dan mata uang kripto. 

Tetapi tidak ada alat analisis pasar yang menjamin 100% akurasi. Jadi sebelum menggunakan SAR Parabolik atau strategi lain, para investor sebaiknya memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang cukup mengenai pasar keuangan dan analisis teknis. Mereka juga sebaiknya memiliki strategi berdagang dan pengelolaan risiko yang mapan untuk memitigasi risiko-risiko yang tidak bisa dihindari.

Loading