Apakah itu Kontrak Opsional?

Bagikan
Copied to clipboard!
Apakah itu Kontrak Opsional?

Sebuah kontrak opsional adalah sebuah persetujuan yang memberikan pedagang hak untuk membeli atau menjual sebuah aset pada harga yang sudah ditentukan, sebelum atau pada sebuah tanggal tertentu. Walaupun terdengar sedikit serupa dengan kontrak futures, pedagang yang membeli kontrak opsional tidak terobligasi untuk mengeksekusi posisi mereka. 

Kontrak Opsional adalah turunan dari berbagai macam jenis aset yang mendasari, termasuk saham, dan mata uang digital. Kontrak ini juga dapat diturunkan dari indeks finansial. Umumnya, kontrak opsional ini digunakan untuk melindungi resiko dari posisi yang sudah ada dan untuk perdagangan spekulatif. 


Bagaimana cara kerja kontrak opsional?

Ada dua jenis dasar opsi, yang dikenal sebagai PUTS dan CALLS. Opsi Call memberikan pemilik kontrak hak untuk membeli aset yang mendasari, sementara opsi Put memberi hak untuk menjual. Seperti ini, pedagang biasanya memilih opsi Call pada saat mereka mengharapkan bahwa harga aset tersebut untuk meningkat, dan Put pada saat mereka mengharapkan harga untuk berkurang. Mereka juga dapat menggunakan Call dan Put - berharap untuk harga tetap stabil - atau gabungan antara kedua jenis kontrak tersebut dan mengharapkan untuk mengambil keuntungan dari volatilitas pasar.

Sebuah kontrak opsional berisikan paling sedikit 4 komponen: ukuran, tanggal kadaluarsa, harga, dan juga premi. Pertama-tama, ukuran dari pesanan merujuk kepada jumlah dari kontrak yang akan diperdagangkan. Kedua, tanggal kadaluarsa adalah tanggal dimana pedagang tidak dapat lagi memilih opsi. Ketiga, harga adalah harga dimana aset akan dibeli atau dijual (apabila pembeli kontrak mengambil keputusan untuk mengeksekusi pembelian opsi). Terakhir, premi adalah harga perdagangan untuk kontrak opsional. Hal ini mengindikasikan jumlah yang harus dibayarkan oleh investor untuk mendapatkan kekuatan pemilihan. Jika pembeli mendapatkan kontrak dari penulis kontrak (penjual) menurut dengan harga premi, yang selalu berubah, seiring dengan semakin dekatnya tanggal kadaluarsa.

Pada dasarnya, jika harga lebih rendah dari harga pasar, pedagang dapat membeli aset tersebut pada dengan potongan harga dan setelah memasukkan harga premi ke dalam perhitungan, mereka dapat memilih untuk mengeksekusi kontrak untuk membuat keuntungan. Akan tetapi jika harga lebih rendah dari harga pasar, pemegang tidak memiliki alasan untuk mengeksekusi opsi, dan kontrak dianggap tidak berguna. Pada saat kontrak tidak digunakan, pembeli hanya kehilangan premi yang sudah dibayar pada saat memasukkan posisi.

Sangatlah penting untuk mengetahui bahwa walaupun pembeli dapat memilih untuk mengeksekusi kontrak atau tidak terhadap posisi Call dan Put mereka, penulis kontrak (penjual) bergantung kepada keputusan pembeli. Sehingga jika sebuah opsi Call dari pembeli memutuskan untuk mengeksekusi kontraknya, penjual harus menjual aset tersebut. Hal yang sama juga berlaku jika seorang pembeli meletakkan opsi Put dan memutuskan untuk mengeksekusikannya, penjual terobligasi untuk membeli aset tersebut dari pemegang kontrak. Ini berarti bahwa penulis kontrak terekspos kepada resiko yang lebih tinggi dibandingkan pembeli. Dimana pembeli hanya mengalami kerugian dengan premi yang sudah dibayarkan untuk kontrak tersebut, sedangkan penulis kehilangan lebih banyak bergantung dengan harga pasar aset.

Beberapa kontrak memberikan pedagang hak untuk mengeksekusi opsi mereka pada waktu kapanpun sebelum tanggal kadaluarsa. Hal ini biasanya dirujuk sebagai kontrak opsional Amerika. Secara terbalik, kontrak opsional Eropa hanya dapat dieksekusi pada tanggal kadaluarsa. Akan tetapi, sangat penting untuk diketahui bahwa faktor penengah ini tidak ada hubungannya pada lokasi geografis.


Premi Opsi

Nilai dari premi dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk menyederhanakannya, kami dapat berasumsi bahwa premi dari sebuah opsi bergantung paling sedikit terhadap 4 elemen: harga aset, harga, waktu yang tersisa sampai dengan tanggal kadaluarsa, dan volatilitas dari pasar yang bersangkutan (atau indeks). 4 komponen ini memberikan efek yang berbeda kepada premi untuk opsi Call dan Put, seperti yang diilustrasikan dalam tabel di bawah ini.



Premi Opsi Call

Premi Opsi Put

Harga Aset Meningkat

Meningkat

Berkurang

Harga Meningkat

Berkurang

Meningkat

Berkurangnya Waktu

Berkurang

Berkurang

Volatilitas

Meningkat

Meningkat


Tentu saja, harga aset dan harga mempengaruhi premi dari Call dan Put dengan cara yang berlawanan. Sebagai kontras, lebih sedikit waktu berarti harga premi berkurang untuk kedua jenis opsi. Alasan utama untuk hal tersebut dikarenakan pedagang akan memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk kontrak bergerak mengikuti keinginan mereka. Pada sisi lain, peningkatan volatilitas biasanya bermain peran dalam meningkatkan harga premi untuk meningkat. Dikarenakan hal ini, premi kontrak opsional adalah hasil dari gabungan semua aspek ini.


Opsi Greeks

Opsi Greeks adalah instrumen yang didesain untuk mengukur beberapa faktor yang mempengaruhi harga kontrak. Khususnya, mereka adalah nilai statistik yang digunakan untuk mengukur resiko dari kontrak tertentu berdasarkan dengan banyak sekali variabel. Berikut ini adalah beberapa Greeks dasar dan deskripsi singkat untuk apa yang mereka ukur:

  • Delta: mengukur seberapa banyak harga dari sebuah opsi akan berubah berkorelasi dengan harga aset yang mendasari. Contohnya, sebuah Delta 0.6 menyarankan bahwa harga premi akan bergerak $0.60 untuk setiap pergerakan senilai $1 pada harga aset.

  • Gamma: mengukur rasio perubahan pada Delta seiring berjalannya waktu. Jika Delta berubah dari 0.6 ke 0.45, Gamma opsi akan menjadi 0.15.

  • Theta: mengukur perubahan harga yang terkait kepada pengurangan waktu kontrak setiap hari. Hal ini menyarankan seberapa banyak perubahan premi seiring dengan semakin dekatnya waktu kadaluarsa kontrak opsi tersebut.

  • Vega: mengukur rasio perubahan dari sebuah harga kontrak dalam relasi kepada 1% perubahan pada volatilitas yang dimaksud pada aset yang mendasari. Peningkatan Vega umumnya tercermin dari peningkatan pada kedua harga Call dan Put.

  • Rho: mengukur perubahan harga yang diharapkan terelasi dengan fluktuasi pada suku bunga. Peningkatan suku bunga biasanya menyebabkan peningkatan pada Call dan pengurangan pada Put. Dikarenakan hal ini, nilai Rho adalah positif untuk opsi Call dan negatif untuk opsi Put.


Kegunaan Umum

Hedging

Kontrak opsional secara luas digunakan sebagai instrumen hedging. Sebuah contoh dasar dari strategi hedging adalah untuk pedagang untuk membeli opsi Put pada saham yang sudah dimilikinya. Jika nilai keseluruhan hilang pada holding utama mereka yang disebabkan oleh penurunan nilai, mengeksekusi opsi Put dapat membantu mereka mengurangi kerugian.

Contohnya, bayangkan Alice membeli 100 bagian dari sebuah saham pada $50, mengharapkan harga pasar untuk meningkat. Akan tetapi, untuk melakukan hedge melawan harga pasar yang terjatuh, ia memutuskan untuk membeli opsi Put dengan harga $48, membayar $2 harga premi per bagian. Jika pasar menjadi bear dan saham turun menjadi $35, Alice dapat mengeksekusi kontraknya untuk mengurangi kerugian, menjual setiap bagian saham pada $48 dan bukan $35. Jika pasar menjadi bull, ia tidak harus mengeksekusi kontrak tersebut dan hanya kehilangan premi yang dibayar ($2 per bagian).

Dalam skenario ini, Alica akan mencapai  break even pada $52 ($50 + $2 per bagian), dimana kerugiannya akan dibatasi pada -$400 ($200 yang dibayarkan untuk premi dan $200 jika ia menjual setiap bagiannya untuk $48).

Apakah itu Kontrak Opsional?

Perdagangan Spekulatif

Opsi dapat juga digunakan untuk perdagangan spekulatif. Contohnya, seorang pedagang yang percaya bahwa sebuah harga aset dapat meningkat dapat membeli opsi Call. jika harga aset bergerak lebih tinggi dari harga, pedagang dapat mengeksekusi opsi tersebut dan membelinya dengan potongan harga. Jika sebuah aset tersebut diatas atau dibawah harga dan terlihat menghasilkan keuntungan, opsi tersebut disebut “in-the Money”. Dapat disebut juga bahwa sebuah kontrak “at-the-Money” jika pada titik breakeven, atau “out-of-the-Money” jika pada titik kerugian.


Strategi Dasar

Pada saat berdagang opsi, pedagang dapat melakukan beberapa strategi, yang berdasarkan dengan 4 posisi dasar. Seorang pembeli, dapat membeli opsi Call (hak untuk membeli) atau opsi Put (hak untuk menjual). Sebagai seorang penulis, seseorang dapat menjual kontrak opsi Call atau Put. Seperti yang sudah disebutkan, penulis terobligasi untuk membeli atau menjual aset jika pemegang kontrak memutuskan untuk mengeksekusi kontrak tersebut.

Strategi perdagangan opsional yang berbeda-beda ini berdasarkan dengan banyak kombinasi kontrak Put dan Call. Protective puts, covered calls, straddle, dan strangle adalah beberapa contoh dasar untuk strategi tersebut.

  • Protective put: mengikutsertakan pembelian kontrak opsional Put dari sebuah aset yang sudah dimiliki, ini adalah strategi hedging yang digunakan oleh Alice pada contoh diatas. Ini juga dikenal sebagai asuransi portofolio yang melindungi investor dari potensi kerugian, sekaligus menjaga eksposur mereka jika harga meningkat. 

  • Covered call: mengikutsertakan opsi call untuk sebuah aset yang sudah dimiliki. Strategi ini digunakan oleh investor untuk menghasilkan lebih banyak pemasukan (premi opsi) untuk holding mereka. Jika kontrak tidak dieksekusi, mereka mendapatkan premi dan tetap memiliki aset mereka. Akan tetapi, jika kontrak dieksekusi dikarenakan peningkatan harga pasar, mereka terobligasi untuk menjual posisi mereka.

  • Straddle: mengikutsertakan pembelian sebuah Call dan Put pada aset yang sama pada harga dan tanggal kadaluarsa yang sama. Hal ini mengizinkan pedagang untuk mengambil keuntungan selama aset bergerak cukup banyak di setiap arah. Secara sederhana, pedagang bertaruh pada volatilitas pasar.

  • Strangle: mengikutsertakan pembelian kedua Call dan Put yang sudah “out-of-the-Money” (contoh: harga di atas harga pasar untuk opsi Call dan dibawah harga pasar untuk opsi Put). Pada dasarnya, strangle serupa dengan straddle, akan tetapi dengan biaya yang lebih rendah untuk mengambil posisi. Akan tetapi, stranggle membutuhkan volatilitas yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan.


Kelebihan

  • Cocok untuk hedging melawan resiko pasar.

  • Lebih banyak fleksibilitas pada perdagangan spekulatif.

  • Mengizinkan beberapa kombinasi dan strategi perdagangan, dengan pola resiko/upah yang unik.

  • Potensi untuk mengambil keuntungan dari semua tren pasar Bull, Bear, dan Side-way.

  • Dapat digunakan untuk mengurangi biaya pada saat memasuki posisi.

  • Mengizinkan beberapa perdagangan untuk dilakukan secara bersamaan.


Kelemahan

  • Working mechanisms and premium calculation not always easy to understand.

  • Involves high risks, especially for contract writers (sellers)

  • More complex trading strategies when compared to conventional alternatives.

  • Options markets are often plagued with low levels of liquidity, making them less attractive for most traders.

  • The premium value of options contracts is highly volatile and tends to decrease as the expiration date gets closer.


Opsi vs. futures

Kontrak opsi dan futures keduanya adalah sebuah instrumen turunan dan memberikan kegunaan yang sama. Akan tetapi, diluar dengan kesamaannya, ada banyak perbedaan pada mekanisme penyelesaian diantara keduanya.

Tidak seperti opsi, kontrak futures selalu dieksekusi pada saat tanggal kadaluarsa tercapai, yang berarti, pemegang kontrak secara legal terobligasi untuk menukarkan aset tersebut (atau uang tunai yang senilai). Sedangkan opsi, hanya dieksekusi atas pengetahuan pedagang yang memegang kontrak tersebut, jika pemegang kontrak (pembeli) mengeksekusi opsi tersebut, penulis kontrak (penjual) terobligasi untuk menukarkan aset tersebut.


Penutupan

Seperti apa yang disarankan oleh namanya, opsi memberikan investor untuk memilih untuk membeli atau menjual aset di masa depan, tidak bergantung dengan harga pasar. Jenis kontrak ini sangat kuat dan dapat digunakan dalam banyak skenario - tidak hanya pada perdagangan spekulatif akan tetapi juga untuk melakukan strategi hedging.

Akan tetapi, sangat penting untuk mencatat bahwa perdagangan opsi, dan juga turunan lainnya, mengikutsertakan berbagai macam resiko. Maka dari itu sebelum menggunakan jenis kontrak ini, pedagang harus memiliki pengertian yang mendalam untuk bagaimana setiap kontrak ini bekerja. Juga sangat penting untuk memiliki pengertian dari berbagai kombinasi yang berbeda dari Call dan Put dan potensi resiko yang diikutsertakan untuk setiap strategi. Juga, pedagang harus mempertimbangkan melakukan strategi pengelolaan resiko bersama dengan analisa teknis dan fundamental untuk membatasi potensi kerugian.

Loading