Apakah itu Inflasi?

Bagikan
Copied to clipboard!

Dalam ilmu perekonomian, inflasi adalah pertambahan nilai harga dari sebuah barang atau jasa dalam sebuah kurun waktu tertentu. Untuk hal tersebut, inflasi juga disebut sebagai pengurangan daya beli untuk sebuah mata uang. Ada beberapa faktor yang dapat membuat inflasi.

Pertama-tama, kenaikan sebuah harga harus terjaga dan tidak boleh terjadi secara mendadak. Walaupun harga sebuah barang meningkat secara mendadak, ini tidak berarti bahwa inflasi sedang terjadi. Ini yang disebut sebagai “Perubahan relativitas harga” dan seringkali terjadi dikarenakan adanya ketidakcukupan persediaan untuk memenuhi jumlah permintaan akan sebuah barang. Setelah persediaan meningkat dan memenuhi permintaan, harga akan menjadi lebih stabil. Pada sisi lain, pada saat inflasi terjadi, kenaikan harga akan berkelanjutan tanpa adanya stabilisasi.

Kedua, inflasi mengikutsertakan sebuah kenaikan umum dalam harga akan sebuah barang atau jasa. Dimana “Perubahan relativitas harga” biasanya berarti hanya satu atau dua jenis barang yang mengalami kenaikan harga, inflasi merujuk ke sebuah kenaikan dalam biaya untuk hampir semua hal dalam perekonomian.

Ketiga, inflasi adalah sebuah fenomena jangka panjang. Peningkatan nilai secara umumnya akan berkelanjutan dalam sebuah periode waktu. Banyak dari negara-negara modern melakukan sebuah pengukuran tahunan untuk rasio inflasi mereka; dan penelitian membeberkan bahwa inflasi seringkali terjadi sampai dengan jangka waktu beberapa tahun.



Bagaimana Cara Kerja Inflasi? 

Penyebab Inflasi

Ahli ekonomi mengidentifikasikan bahwa ada dia penyebab mendasar yang menyebabkan terjadinya inflasi. Pertama, sebuah peningkatan nilai untuk sebuah mata uang dalam sirkulasi (persediaan) dalam sebuah kurun waktu yang sangat cepat. Sebagai contoh, disaat seorang penakluk Eropa menaklukkan dunia barat pada abad ke-15, emas dan perak batangan membanjiri Eropa dan menyebabkan inflasi.

Kedua, inflasi dapat terjadi dikarenakan persediaan yang terbatas untuk sebuah barang yang memiliki permintaan yang tinggi. Ini dapat menyebabkan percikan kenaikan dalam harga barang tersebut, yang dapat menyebabkan gejolak dalam perekonomian. Ini akan menghasilkan sebuah kenaikan harga secara menyeluruh untuk barang dan jasa.


Mengukur Inflasi

Terdapat banyak cara untuk mengukur sebuah inflasi yang terjadi. Metode yang paling umum digunakan adalah mengukur harga sebuah barang dan jasa yang merupakan kebutuhan sehari-hari. Untuk melakukan pengukuran tersebut, lembaga pemerintah mungkin memeriksa, contohnya, kebutuhan rumah tangga dalam sebuah negara atau komunitas tersebut. Riwayat harga barang-barang ini lalu akan dilacak untuk sebuah periode waktu tertentu dan digunakan sebagai dasar perhitungan tersebut.


Inflasi vs. Deflasi

Deflasi terjadi pada saat ada sebuah penurunan harga dalam sebuah periode waktu. Walaupun inflasi seringkali dianggap sebagai sebuah ancaman terhadap ekonomi sebuah negara, deflasi dapat menjadi sama bahayanya.

Pertama-tama, deflasi cenderung memperlambat aktivitas ekonomi. Seiring dengan jatuhnya harga, konsumen akan belajar memiliki sebuah kebiasaan untuk menahan pembelanjaan sampai harga barang tersebut menjadi lebih rendah. Kedua, deflasi dapat mengakibatkan perusahaan untuk mengurangi investasi untuk mengembangkan produksi yang disebabkan oleh permintaan konsumen yang lebih rendah. Akhirnya, ini akan membawa kepada berkurangnya permintaan untuk peminjaman uang, yang akan berujung menjadi turunnya rasio bunga. Dimana bunga yang rendah akan membantu konsumen yang mengambil cicilan atau hutang, ini akan memberatkan kepada yang hidup dari bunga yang didapat dari akun tabungan.

Diikuti oleh Depresi Besar (Great Depression) yang terjadi dikarenakannya kehancuran pasar modal pada tahun 1929, adalah sebuah contoh dari deflasi. Hal ini dianggap sebagai depresi ekonomi yang paling besar dan panjang dalam sejarah dunia modern. Kontraksi ekonomi menyebabkan persediaan uang menjadi berkurang dan menyebabkan sebuah lingkar penurunan ekonomi. Tingkat pengangguran Amerika Serikat meningkat dari 3.2% menjadi sekitar 25% dalam 4 tahun, mengurangi permintaan barang dan menghasilkan lebih banyak pengangguran.

Ahli ekonomi menyebut sekuens ini sebagai lingkar deflasi dikarenakan sebuah kejadian ekonomi yang negatif mengakibatkan kejadian negatif lainnya. Seringkali jenis krisis finansial membuat percikan dengan berkurangnya kebutuhan untuk barang dan jasa, yang mengakibatkannya produksi yang menurun. Ini mengurangi gaji dan pendapatan, yang akan berakibatkan permintaan menjadi lebih menurun. Penurunan ini mengakibatkan jatuhnya harga. Pada saat lingkar deflasi ini bermulai, lingkar penurunan akan sangat mudah terjadi. Ahli ekonomi juga menganggap lingkar deflasi ini menjadi sebuah ancaman yang besar untuk perekonomian sebuah negara.


Inflasi di Venezuela

Sebuah contoh yang sangat jelas mengenai dampak inflasi dapat ditemukan di Venezuela. Negara di bagian selatan Amerika ini sudah melihat perekonomiannya hancur di bawah inflasi dalam beberapa tahun terakhir ini. Kebijakan sosialis, korupsi yang merajalela, dan harga minyak yang jatuh adalah yang mungkin menjadi penyebab utama hiperinflasi yang terjadi di Venezuela.


Mengapa Inflasi Penting?

Inflasi adalah sebuah masalah penting dikarenakan ini memiliki efek yang positif dan juga negatif terhadap perekonomian sebuah negara dan keadaan finansial setiap pribadi.


Aspek Positif Dari Inflasi

Walaupun inflasi seringkali adalah membahayakan, inflasi dapat memiliki keuntungan yang positif. Pertama-tama, inflasi dapat menstimulasi perekonomian sebuah negara. Semakin banyak yang berputar, semakin banyak uang yang dapat dibelanjakan, yang akan membuat meningkatnya permintaan. Ini akan menggerakkan produksi, mengurangi pengangguran, dan mengizinkan lebih banyak uang yang diletakkan ke dalam perekonomian secara menyeluruh.

Kedua, inflasi melindungi terhadap bahaya ekonomi yang disebut sebagai “Paradoks Pengiritan” (“Paradox of Thrift”). Sebuah terminologi yang digunakan oleh John Maynard Keynes, seorang ahli ekonomi ternama pada abad ke-20. Ini merujuk kepada kecenderungan untuk memperlambat pembelian barang pada saat harga jatuh yang terjadi pada saat deflasi. Seperti yang anda dapat lihat, inflasi bekerja dengan cara yang bertolak belakang dari deflasi - ini mendorong konsumen untuk membeli barang dan jasa secepatnya sebelum harga meningkat.


Aspek Negatif Dari Inflasi

Walaupun ahli ekonomi dan pejabat pemerintah memiliki kewajiban untuk meresahi inflasi, ini juga penting untuk masyarakat umum untuk beberapa alasan. Ini akan berakibat buruk bagi masyarakat yang rentan dalam sebuah negara - masyarakat miskin, warga senior, dan akan mengurangi pendapatan masyarakat kelas pekerja. Pada akhirnya, inflasi mengurangi nilai tabungan. Masyarakat yang membutuhkan bertahun-tahun untuk menabung untuk menyediakan edukasi dan pensiunan akan melihat penurunan daya beli tersebut.


Mata Uang Digital dan Inflasi

Walaupun pemerintah mencoba untuk mengontrol inflasi, Bitcoin dilihat oleh banyak orang sebagai sebuah bendungan yang menahan kerusakan dari inflasi tersebut. Ini dikarenakan Bitcoin hanya memiliki total pasti persediaan sebesar 21 juta koin. Meskipun banyak kontroversi, banyak yang percaya bahwa ini membuat Bitcoin sebagai sebuah mata uang tahan deflasi dan inflasi. Untuk alasan ini, banyak warga Venezuela yang mulai menggunakan Bitcoin arau mata uang digital lainnya untuk membantu mengatasi hiperinflasi yang sedang terjadi.

Loading