Apakah itu Perdagangan Margin?

Bagikan
Apakah itu Perdagangan Margin?

Perdagangan margin adalah sebuah metode untuk memperdagangkan aset menggunakan dana yang disediakan oleh pihak ketiga. Jika dibandingkan dengan akun perdagangan biasa, akun margin mengizinkan pedagang untuk mengakses jumlah dana modal yang lebih besar, mengizinkan mereka untuk meratakan posisi mereka. Intinya, perdagangan margin mengamplifikasikan hasil perdagangan sehingga pedagang dapat mendapatkan keuntungan yang lebih banyak untuk setiap perdagangan yang berhasil. Kemampuan untuk memperbesar hasil perdagangan membuat perdagangan margin menjadi sangat populer dalam pasar yang kurang volatilitasnya, terutama pada pasar Forex internasional. Akan tetapi, perdagangan margin juga digunakan dalam bursa saham, komoditas, dan pasar mata uang digital.

Dalam pasar tradisional, dana yang dipinjam biasanya disediakan oleh broker investasi. Akan tetapi dalam perdagangan mata uang digital, dana seringkali disediakan oleh pedagang lainnya, yang mendapatkan bunga berdasarkan oleh permintaan pasar untuk dana margin. Walaupun kurang umum dilakukan, beberapa bursa mata uang digital juga menyediakan dana margin untuk penggunanya.


Bagaimana cara kerja perdagangan margin?

Pada saat perdagangan margin di inisiasikan, pedagang akan dibutuhkan untuk menyisihkan sebagian persentase dari nilai total pesanan. Investasi awal inilah yang dikenal sebagai margin, dan sangat dekat hubungannya dengan konsep pengungkitan (leverage). Dalam kata lain, akun perdagangan margin, digunakan untuk membuat perdagangan leverage, dan leverage tersebut menentukan rasio dana yang dipinjam kepada margin. Contohnya, untuk membuka perdagangan $100,000 pada leverage 10:1, seorang trader harus dibutuhkan untuk menyisihkan $10,000 dari modal mereka.

Secara pastinya, platform perdagangan dan pasar yang berbeda menawarkan sebuah aturan dan rasio leverage yang berbeda juga. Contohnya pada pasar saham, rasio umum adalah 2:1, dimana kontrak futures seringkali diperdagangkan dengan leverage 15:1. Dalam broker Forex, perdagangan margin biasanya menggunakan rasio leverage 50:1, akan tetapi, 100:1 dan 200:1 juga digunakan dalam kasus-kasus tertentu. Pada saat berbicara mengenai pasar mata uang digital, rasio seringkali berkisar dari 2:1 ke 100:1, dan komunitas perdagangan seringkali menggunakan terminologi “x” (2x, 5x, 10x. 50x, dan lain sebagainya).

Perdagangan margin dapat juga digunakan untuk membuka posisi long dan shot. Sebuah posisi long merefleksikan asumsi bahwa harga aset akan meningkat, dan posisi short merefleksikan keadaan sebaliknya. Pada saat posisi margin terbuka, aset pedagang bekerja sebagai jaminan untuk dana yang dipinjam. Ini sangatlah penting untuk dimengerti oleh pedagang, dikarenakan banyak broker memiliki hak untuk menjual aset tersebut pada saat pasar bergerak melawan posisi mereka (di atas atau di bawah titik tertentu).

Contohnya, jika pedagang membuka posisi leverage long, margin mereka dapat dicabut apabila harga jatuh secara drastis. Sebuah margin call (pencabutan margin) terjadi pada saat pedagang dibutuhkan untuk menyetorkan lebih banyak dana ke akun margin mereka untuk mencapai persyaratan minimum perdagangan margin. Jika pedagang tersebut gagal untuk melakukan demikian, holding mereka akan secara otomatis dilikuidasikan untuk menutupi kerugian mereka. Umumnya, hal ini terjadi apabila nilai total ekuitas dalam akun margin, juga dikenal sebagai likuidasi margin, jatuh di bawah kebutuhan total margin dari broker atau bursa tersebut.


Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan yang paling jelas dari perdagangan margin adalah kenyataan bahwa hal ini dapat membawa lebih banyak keuntungan dikarenakan nilai yang relatif lebih besar dari posisi perdagangan. Selain dari hal tersebut, perdagangan margin dapat menjadi sangat berguna untuk pembagian, dikarenakan pedagang dapat membuka beberapa posisi dengan nilai modal yang lebih kecil. Pada akhirnya, memiliki akun margin dapat mempermudah pedagang untuk membuka posisi secara cepat tanpa harus memindahkan jumlah uang yang besar ke dalam akunnya. 

Dengan seluruh kelebihannya, perdagangan margin juga memiliki kelemahan, seperti dalam hal potensi peningkatan kerugian yang tidak kalah besarnya dengan potensi peningkatan keuntungan yang diberikannya. Tidak seperti perdagangan spot pada umumnya, perdagangan margin memperkenalkan kemungkinan kerugian yang melebihi investasi awal pedagang, dan dianggap sebagai metode perdagangan beresiko tinggi. Bergantung dengan nilai leverage yang terkait dengan perdagangan tersebut, sedikit pun perubahan dalam harga pasar dapat memberikan kerugian yang sangat besar bagi pedagang. Untuk alasan ini, sangatlah penting untuk investor yang memutuskan untuk menggunakan perdagangan margin untuk menggunakan strategi pengelolaan resiko yang benar dan menggunakan alat pengurangan resiko, seperti pesanan stop-limit.


Perdagangan margin dalam pasar mata uang digital

Berdagang dengan margin lebih beresiko dibandingkan dengan perdagangan biasa, akan tetapi pada saat berbicara mengenai mata uang digital, resiko menjadi lebih tinggi lagi. Dikarenakan oleh tingkat volatilitas yang tinggi, yang umum terjadi pada pasar ini, pedagang margin mata uang digital harus bertindak sangat hati-hati. Walaupun strategi hedging dan pengelolaan resiko sangat berguna, perdagangan margin sangat tidak cocok untuk pemula.

Kemampuan menganalisa grafik, mengidentifikasi tren, dan menentukan titik masuk dan keluar tidak mengeliminasi resiko yang terkait dengan perdagangan margin, akan tetapi hal-hal tersebut dapat membantu mengantisipasi resiko dan berdagang dengan efektivitas yang lebih tinggi. Maka dari itu, sebelum me-leverage perdagangan mata uang digital mereka, pengguna pertama-tama disarankan untuk mengembangkan sebuah pengertian mendalam mengenai analisa teknis dan memiliki pengalaman perdagangan spot yang mendalam.


Pendanaan Margin

Untuk investor yang tidak memiliki toleransi resiko untuk bergabung dengan perdagangan margin, ada cara lain untuk mendapatkan keuntungan dari metode perdagangan leverage. Beberapa platform perdagangan dan bursa mata uang digital menawarkan sebuah fitur yang dikenal sebagai pendanaan margin, dimana pengguna dapat menyisihkan uangnya untuk mendanai perdagangan margin pengguna lain.

Umumnya, proses ini mengikuti beberapa kondisi dan menghasilkan rasio bunga yang dinamis. Jika seorang pedagang menerima kondisi dan mengambil penawaran tersebut, penyedia dana akan mendapatkan pembayaran untuk pinjaman tersebut dengan bunga yang sudah disetujui. Walaupun mekanismenya dapat berbeda-beda antar bursa, resiko dalam menyediakan dana margin sangatlah rendah, dikarenakan dengan kenyataan bahwa posisi leverage dapat secara paksa dilikuidasi untuk mengurangi kerugian. Akan tetapi, pendanaan margin membutuhkan pengguna untuk menyimpan dananya dalam dompet bursa. Maka dari itu, sangatlah penting untuk menghitung resiko yang terkait dan mengerti bagaimana cara kerja fitur ini pada bursa pilihan anda.


Penutupan

Pastinya, perdagangan margin merupakan alat yang penting untuk mereka yang ingin mengamplifikasi keuntungan dari perdagangan mereka yang berhasil. Jika digunakan secara benar, perdagangan leverage yang tersedia oleh akun margin tersebut dapat membantu dengan keuntungan dan penyebaran portfolio.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, metode perdagangan ini dapat juga mengamplifikasi kerugian dan mengikutsertakan banyak resiko yang lebih tinggi. Maka dari itu, hal ini hanya seharusnya digunakan oleh pedagang yang sudah sangat mahir. Terutama dikarenakan hal ini terkait dengan mata uang digital, perdagangan margin harus dilakukan dengan sangat hati-hati dikarenakan volatilitas yang relatif lebih tinggi.

Loading